Buletincakratulungagungblogspot.
SMKN1 Pagerwojo yang
sejak dahulu dami dan nyaman sekarang telah terkontaminasi dengan Virus Kepala Sekolah Baru,
dimana perubahan itu semenjak Mulyo Hartanto menjabat sebagai Kepala Sekolah di
satuan pendidikan tersebut
Mulyohartanto telah membuat kebijagan
yang tidak populis dimana Mulyo Hartanto telah melakukan penggalangan dana ke Walimurid tanpa persetujuan komite sekolah dan tak kalah hebat nya lagi Mulyo Hartanto telah menghentikan beberapa Komite Sekolah tanpa musyawarah,
dan atas kelakuannya itu berakibat ketua komite Sekolah mengundurkan diri dari jabatan Ketua sekaligus mudur dari anggota Komite Sekolah yang kemudian di
ikuti oleh salah satu anggotalainnya
Berikut Komentar Sabar Sugianto,Spd salah satu anggota komite
yang dihentikan tanpa musyawarah”
memang benar saya dihentikan tanpa melalui musyawarah tapi ada beberapa teman yang
mengundurkan diri termasuk Ketua Komite sekolah sebab kepala Sekolah saat ini arogan yang
mana dia berani melakukan penggalangan dana tanpa meminta persetujuan Komite Sekolah,
ungkapnya
Sabar Meneruskan bicara nya”
ada lagi perbuatan Wakasek SMKN1 Pagerwojo yang menurut kami tak beretika, yaitu berani mengaku mewakili Komite Sekolah di hadapan para wali murid dalam rangka penggalangan dana,
nah perbuatannya itu sama halnya melecehkan kami, dan saat ini masih bermusyawarah untuk mengambil sikap,
mungkin kami maafkan atau kami proses sesuai jalur hukum, ungkap sabra
Berikut komentar FX.Sintoa,S,H Penasehat hukum
LSM CAKRA” perbuatan Didik Sugiarto selaku Wakasek SMKN1 Pagerwojo yang
telah meengunakan nama lembaga mandiri untuk kepentingan lembaga lain
dengan tanpa ijin jelas jelas melanggar hukum,
bukan hanya perdata namun pidana juga terpenuhi unsur yang
mana terdapat bukti rekaman dan terdapat saksi yang mendengar, dan jika para yang
dirugikan menggunakan jasa saya sebagai Advokad atau meminta pendampingan ke LSM” CAKRA”
akan saya damping dengan maksimal dan saya tidak meminta honor , ungkapnya
Berikut Komentar salah satu Wali murid SMKN
1 Pagerwojo” hanya Kepala sekolah simulyo ini lah SMKN1 Pagerwojo di
mintai sumbangan dimana para wali murid yang tidak bersedia menyumbang masih dikasih blangko
melalui anak didik yang isi blangko tersebut wali murid untuk menyumbang,
itulah bentuk pemaksaan halus dimana mental anak yang diserang agar orang
tuanya mau menyumbang
Suwadi salah satu tokoh Masyarakat juga berkomentar”
dahulu para tokoh desa berjuang mendirikan SMKN1 Pagerwojo dengan susah payah dengan tujuan agar masyarakat Pagerwojo mendapat kemudahan untuk menyekolahkan anaknya tapi giliran Kepalasekolah saat ini yang
tidak berpikir atas sejarah itu,ungkapnya
Suwadi meneruskan bicaranya”
untuk itu penegak hukum dan dinas diatasnya harus segera bertindak agar keadaan kondusif sebab jika nanti masyarakat sudah tidak kuat menahan emosi dan bertindak ngawur pasti penegak hukum akan menangkapnya dan tidak mau mendengar latar belakang atas muara permasalahan,
sehingga akan terjadi masyarakat yang tempra mental akan masuk penjara, apa tidak kasihan terhadap masyarakat
yang masuk penjara atas perbuatannya yang
memang emosinya dipicu oleh ulah Kepala Sekolah, ucapnya
Soefyan Alzougbi LSM CAKRA
juga berkomentar”
kelihatannya masyarakat harus bertindak dengan cara turun jalan berbondong bondong menyampaikan pendapat
di kantor Cabang Dinas Prov Jatim wilayah Tulungagung, yang isi nya mendesak Kepala Dinas
agar menempatkan Kepala Sekolah di SMKN1 Pagerwojo selain Mulyo Hartanto dan LSM
CAKRA siap untuk mendampingi jika dibutuhkan, tegasnya