Sabtu, 04 Mei 2019

SMKN1 PAGERWOJO TANPA KOMITE SEKOLAH




Buletincakratulungagungblogspot.
Semenjak Kepala Sekolah di SMKN1 PAGERWOJO di jabat oleh Mulyo hartanto keadaan SMKN1 Pagerwojo diambang kehancuran, terbukti Satuan sebesar itu tanpa Komite Sekolah.
Menurut Keterangan Sabar sugianto salah satu Tokoh Pendiri SMKN1 Pagerwojo Mengatakan” semenjak Keberadaan Mulyo hartanto sebagai Kepala Sekolah di SMKN1 pagerwojo telah merubah suasana dimana SMKN1 Pagerwojo yang terdahulu merupakan bergantung bagi masyarakat pagerwojo yang hidupnya kurang beruntung dimana mereka bisa menyekolahkan anaknya dengan biaya murah, kini berbalik menjadi tempat yang mengerikan sebab di SMKN1 pagerwojo saat ini diterapkan Pungutan berkedok sumbangan, kenapa demikian! Polanya seperti sumbangan namun tidak sepengetahuan komite sekolah dan tidak jelas kegunaannya, 


Sabar meneruskan bicaranya, saya adalah anggota komite yang diberhentikan bersama 8 ( delapan) anggota komite lainnya dimana dalam pemberhentian tersebut tanpa musyawarah bahkan ketua komite sekolah tidak mengetahui pemberhentian delapan anggotannya, sehingga ketua Komite sekolah mengundurkan diri dari jabatan komite sekolah, jadi saat ini anggota Komite SMKN1 Pagerwojo tinggal 1 ( satu ) orang yaitu Supriyono, tegas sabar.
Suwadi salah satu tokoh Masyarakat juga berkomentar” dahulu para tokoh desa berjuang mendirikan SMKN1 Pagerwojo dengan susah payah dengan tujuan kemudahan masyarakat sekitar agar kuat menyekolahkan anaknya tapi giliran Kepala Sekolah dijabat Mulyo Hartanto keadaan menjadi jauh berbeda, Mulyo Hartanto bagaikan harimau kelaparan berupaya mengeruk uang wali murid, ungkap Suwadi.
Soefyan Alzougbi LSM CAKRA juga berkomentar” kelihatannya ada hal yang aneh dalam perkara tersebut, Kenapa Supriyono masih bercokol di Lembaga komite Sekolah padahal Supriyono adalah Sekdes dan dalam PERMENDIKBUD No 75 tahun 2016 telah melarang unsur Pemerintah Desa Menjadi Anggota Komite Sekolah, lalu kenapa Supriyono masih bertahan di Lembaga komite tersebut?..... Jangan jangan terjadi persekongkolan antara Kepala Sekolah Baru dengan sisa anggota komite dimaksud, ungkapnya
Memanglah, berbagai kecurigaan bisa terjadi, sebab hingga berita ini terbit keadaan SMKN1 Pagerwojo belum memiliki Komite Sekolah sebagaimana amanat PERMEN DIK BUD no 75 tahun 2016


KARYA NYATA PPL PAGERWOJO



Buletincakratulungagung.blogspot
Kamis tanggal 2 Mei 2019 di Desa Gondanggunung Kecamatan Pagerwojo telah terjadi panen raya buah Durian dan Manggis yang mana dalam acara tersebet merupakan Prakarsa Kelompok Tani, LMDH serta Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) Dinas Pertanian wilayah Pagerwojo, dan sebuah kehormatan bagi penyelenggara dimana Dinas Pertanian, Muspika, KRPH Pagerwojo antusias dalam menyambut acara tersebut
Berikut Komentar Katini selaku Kepala Desa Gondang Gunung” saya mengucapkan terimakasih terhadap PPL Pagerwojo yang telah membimbing warga Desa Gondang Gunung dalam meningkat kan taraf hidup melalui Ilmu bercocok tanam dan juga berterimakasih terhadap Perhutani yang telah memberikan sebuah kerjasama nyata dalam peningkatan perekonomian warga Desa Gondanggunung / ungkap Katini”
Eko Sulistiono dari Dinas Pertanian Tulungagung menjelaskan” bawasanya PMB ( Panen Manggis Durian) merupakan acara teman teman Penyuluh ( PPL ) Pagerwojo bersama Gapoktan, Poktan dan Pemerintah Desa yang mana teman teman PPL Pagerwojo telah membuktikan kerja nyata dimana teman teman PPL Pagerwojo telah berhasil membina Masyarakat dalam bertanam, buktinya bisa kita lihat saat ini, ungkapnya.
Ditempat lain Rasidi Koordinator PPL Pagerwojo mengatakan” bentuk keberhasilan ini merupakan bentuk kerjasama dengan berbagai pihak, missal Perhutani yang mana Perhutani bersedia melakukan Pola Kerjasama dengan LMDH dimana para Anggota LMDH mayoritas adalah anggota Kelompok Tani, yang artinya peluang yang diberikan oleh PERHUTANI di terima oleh orang-orang kami melalui wadah LMDH dan dengan kesempatan inilah kami PPL Pagerwojo tidak menyianyiakan kesempatan yang mana para anggota Kelompok tani yang tergabung dalam LMDH kami beri semangat dan ilmu dalam menanam Durian dan Manggis yang hasilnya bisa kita lihat sekarang ini, tegas Rasidi
Keterangan Rasidi dibenarkan oleh Heri W selaku KRPH Pagerwojo, Heri Menjelaskan” memang benar, telah terjadi Pola Kerja sama antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan( LMDH ) dengan PERHUTANI yang mana dalam salah satu isinya adalah dilarang merusak Pohon tegakan dan atau merubah fungsi hutan sedang kan penanaman Manggis dan Durian justru menambah fungsi hutan sehingga pola kerjasama tersebut saling menguntungkan, ungkap heri
Demikian yang terjadi, PPL merupakan pemikir dalam ilmu bertani ataupun berternak bisa dibilang PPL adalah Dokter bagi petani namun segala kebutuhan Petani justru di distribusikan melalui jalur yang lain, nah ! apakah bidang selain PPL cukup mengerti dengan kebutuhan petani?
sedikit krotok kami lanjutkan" Desa Gondang Gunung merupakan Desa yang Asri, indah apa lagi dipenuhi dengan buah buahan namun akses jalan yang sangat buruk yang mengurangi keindahan desa tersebut dan muda mudahan PEMKAB Tulungagung segera merespon keadaan tersebut /totok