Tulungagung. Penerimaan
Peserta Didik Baru ( PPDB ) yang diselenggarakan oleh SMPN Favorit dilingkup
Dinas Pendidikan Tulungagung disinyalir dipakai bisnis oleh Pejabat yang
membidangi dan diduga kuat Dinas Pendidikan Tulungagung ambil bagian didalamnya
Menurut keterangan Sabar
Sugianto,S.Pd selaku Ketua Umum LSM” CAKRA” mengatakan; mendengar berbagai
suara dan keluh kesah Masyarakat yang mengatakan bahwa telah terjadi penyogokan
penyogokan dari calon wali murid agar anaknya yang nilainya tidak memenuhi
syrat bisa masuk ke sekolah yang di tuju, akirnya LSM CAKRA mencoba menggali
atas suara suara tersebut, dan memang kami menemukan kejanggalan di SMPN 2
Tulungagung yang kami duga menerapkan KKN dalam PPDB, namun kami tidak bisa
menemukan adanya bukti transaksi,tegas sabar
Sabar meneruskan
bicaranya: dalam PPDB telah diatur dalam dua Jalur yaitu Jalur On line dan Off
line yang mana jalur On line disaring dengan SKHUN sedangkan jalur Off line
disaring berdasarkan Prestasi, Bina lingkungan dan Keluarga miskin yang
berdomisili dekat dengan sekolah, namun SMPN 2 Tulungagung telah menerima Siswa
baru dengan SKHUN dibawah 25, bukan Keluarga miskin dan bukan termasuk Bina
lingkungan,pada hal telah diumumkan SKHUN terendah yang diterima dalam PPDB
SMPN 2 Tulungagung tahun 2015 adalah 28,80, atas ketidak wajaran itu kami bertanya
ke Dinas Pendidikan Tulungagung atas hal tersebut melalui surat No: 0023/ CAKRA
/ k.h / IX / 2015 yang isinya sbb;
1. Berapa Pagu
kelas yang di tetapkan oleh Dinas Pendidikan Tulungagung kususnya untuk SMPN 2
Tulungagung dalam PPDB tahun 2015, dan berapa siswa dalam setiap kelasnya ?
2. Bolehkah SMPN
2 Tulungagung menerima siswa baru dengan SKHUN calon siswa dibawah 28,80, tidak
memiliki keistimewaan prestasi, orang tua siswa tidak termasuk orang berjasa
dibidang pendidikan dan bukan termasuk keluarga miskin yang berdomisili dekat
sekolah?
Dan sampai saat ini surat kami tidak dibalas oleh
Dinas Pendidikan Tulungagung, berarti Dinas Pendidikan Tulungagung mengamini
kelakuan yang dilakukan oleh SMPN 2 Tulungagung, ucap sabar
Ditempat
terpisah Supriadi warga setempat juga ikut menghujat Dinas Pendidikan
Tulungagung,demikian ungkapnya” Dulu sebelum Kadin Suharno tidak seperti ini,
Kadin terdahulu tegas dan dipastikan Eko Pur selaku kepala Sekolah SMPN 2
dicopot dari jabatannya, masak anak saya SKHUN nya 28,60 tidak bisa masuk ke
SMPN 2 Tulungagung sedangkan teman anak saya dibawah 27 bisa diterima, dan
konon selentingan pakai uang 15 jt, ungkap supri




