Minggu, 06 September 2015

Disinyalir, Dinas Pendidikan dan SMPN 2 Tulungagung Bersekongkol bermain Kotor



Tulungagung, Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) Dinas Pendidikan Tulungagung  menerapkan dua jalur penerimaan siswa baru, yaitu jalur Online dan Jalur Offline
Jalur Online adalah penjaringan calon siswa berdasar pada SKHUN, yang mana telah kita ketahui bersama SKHUN terendah 28,80
Jalur Offline merupakan jalur mandiri yang dibagi 3 kelompok, yaitu kelompok siswa yang memiliki keistimewaan Prestasi disebut jalur Prestasi, kelompok Keluarga miskin yang berdomisili dekat sekolah disebut Jalur Gakin, sedangkan peruntukan anak yang orang tuannya berjasa pada bidang pendidikan disebut jalur Binalingkungan atau Kemasalakatan
Dalam hal ini, SMPN 2 Tulungagung telah melaksanakan PPDB th ajaran 2015, sebagaimana ternyata SMPN 2 Tulungagung telah menerima 10 kelas untuk siswa baru dengan masing – masing kelas terisi ± 43 siswa, yang artinya 7 kelas jalur Online dan 3 kelas jalur Offline
Pada jalur Offline inilah yang  terindikasi penuh kecurangan, terbukti SMPN 2 Tulungagung  telah menerima Siswa baru dengan SKHUN dibawah 28,80 yang mana siswa tidak memiliki keistimewaan Prestasi, bukan termasuk Keluarga miskin yang berdomisili dekat sekolah dan orang tua siswa bukan orang yang memiliki jasa dibidang pendidikan, dan anehnya pendaftar jalur Offline yang berjarak dekat sekolah tidak bisa terekrut di SMPN 2 Tulungagung    
Berikut Komentar Supriadi LSM CAKRA’ Dalam jalur offline banyak peluang untuk dimainkan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti SMPN 2 Tulungagung telah merekrut siswa baru dengan SKHUN dibawah 25 dimana tempat tinggal anak tersebut di Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru sangat jelas jarak tempat tinggal ± 15 Km, sedangkan anak saya memiliki SKHUN 28,60 bertempat tinggal di Kelurahan Bago yang berjarak ± 500M, inilah yang membuat kepercayaan kami terhadap Dinas Pendidikan tulungagung Minus.
Berikut Komentar Sabar Sugianto,S.Pd ketua LSM CAKRA” di SMPN 2 Tulungagung telah menerima Siswa baru pada jalur Online dengan nilai SKHU terendah 28,80 sebagaimana ternyata di SMPN 2 Tulungagung juga merekrut Siswa Baru dengan nilai SKHU dibawah nilai tersebut, selain dari pada itu tatacara perekrutan di jalur Offline dilakukan dengan cara tertutp sehingga masyrakat tidak tahu jika ada kecurangan, tegasnya
Komentar LSM CAKRA dikuatkan oleh Tukang kunci yang biasadipanggil rambut Jagung, rambutjagung mengatakan bahwa dirinya pernah ditawari oleh seseorang yang sanggup memasukan anaknya di SMPN 2 Tulungagung meskipun SKHUNnya tidak memenuhi sarat, jikalau bisa menyediakan uang 15 jt an, hal itu tidak dituruti karena dirinya merasa tidak mampu mencari uang sebanyak itu, ungkapnya
Begitulah! Pembaca bisa menilai tentang kebenaran hal tersebut, jika kita melihat apa yang dilakukan oleh SMPN 2 Tulungagung yang merekrut siswa baru tanpa dasar dan Dinas Pendidikan Tulungagung tutup mata atas hal itu, mungkin telah terjalin permainan kotor untuk mengeruk uang dari wali murid yang SKHUN milik anaknya tidak memenuhi sarat
Sejauh ini kami belum bisa menemui EKO PUR selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung dan kami juga belum bisa menemui SUHARNO selaku Kepala Dinas Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar