Tulungagung, Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) Dinas
Pendidikan Tulungagung menerapkan dua
jalur penerimaan siswa baru, yaitu jalur Online dan Jalur Offline
Jalur Online adalah penjaringan calon siswa berdasar pada SKHUN, yang
mana telah kita ketahui bersama SKHUN terendah 28,80
Jalur Offline merupakan jalur mandiri yang dibagi 3 kelompok, yaitu
kelompok siswa yang memiliki keistimewaan Prestasi disebut jalur Prestasi,
kelompok Keluarga miskin yang berdomisili dekat sekolah disebut Jalur Gakin,
sedangkan peruntukan anak yang orang tuannya berjasa pada bidang pendidikan
disebut jalur Binalingkungan atau Kemasalakatan
Dalam hal ini, SMPN 2 Tulungagung telah melaksanakan PPDB th ajaran
2015, sebagaimana ternyata SMPN 2 Tulungagung telah menerima 10 kelas untuk
siswa baru dengan masing – masing kelas terisi ± 43 siswa, yang artinya 7 kelas
jalur Online dan 3 kelas jalur Offline
Pada jalur Offline inilah yang terindikasi penuh kecurangan, terbukti SMPN 2
Tulungagung telah menerima Siswa baru
dengan SKHUN dibawah 28,80 yang mana siswa tidak memiliki keistimewaan
Prestasi, bukan termasuk Keluarga miskin yang berdomisili dekat sekolah dan
orang tua siswa bukan orang yang memiliki jasa dibidang pendidikan, dan anehnya
pendaftar jalur Offline yang berjarak dekat sekolah tidak bisa terekrut di SMPN
2 Tulungagung
Berikut Komentar Supriadi LSM CAKRA’ Dalam jalur offline banyak peluang
untuk dimainkan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti SMPN 2
Tulungagung telah merekrut siswa baru dengan SKHUN dibawah 25 dimana tempat
tinggal anak tersebut di Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru sangat jelas jarak
tempat tinggal ± 15 Km, sedangkan anak saya memiliki SKHUN 28,60 bertempat
tinggal di Kelurahan Bago yang berjarak ± 500M, inilah yang membuat kepercayaan
kami terhadap Dinas Pendidikan tulungagung Minus.
Berikut Komentar Sabar Sugianto,S.Pd ketua LSM CAKRA” di SMPN 2
Tulungagung telah menerima Siswa baru pada jalur Online dengan nilai SKHU
terendah 28,80 sebagaimana ternyata di SMPN 2 Tulungagung juga merekrut Siswa
Baru dengan nilai SKHU dibawah nilai tersebut, selain dari pada itu tatacara
perekrutan di jalur Offline dilakukan dengan cara tertutp sehingga masyrakat
tidak tahu jika ada kecurangan, tegasnya
Komentar LSM CAKRA dikuatkan oleh Tukang kunci yang biasadipanggil
rambut Jagung, rambutjagung mengatakan bahwa dirinya pernah ditawari oleh
seseorang yang sanggup memasukan anaknya di SMPN 2 Tulungagung meskipun
SKHUNnya tidak memenuhi sarat, jikalau bisa menyediakan uang 15 jt an, hal itu
tidak dituruti karena dirinya merasa tidak mampu mencari uang sebanyak itu,
ungkapnya
Begitulah! Pembaca bisa menilai tentang kebenaran hal tersebut, jika
kita melihat apa yang dilakukan oleh SMPN 2 Tulungagung yang merekrut siswa
baru tanpa dasar dan Dinas Pendidikan Tulungagung tutup mata atas hal itu,
mungkin telah terjalin permainan kotor untuk mengeruk uang dari wali murid yang
SKHUN milik anaknya tidak memenuhi sarat
Sejauh ini kami belum bisa menemui EKO PUR selaku Kepala Sekolah SMPN 2
Tulungagung dan kami juga belum bisa menemui SUHARNO selaku Kepala Dinas
Pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar