Jumat, 25 September 2015

Penerimaan Peserta Didik Baru tahun2015 yang dilakukan oleh SMPN dilingkup Dinas Pendidikan Tulungagung disinyalir Penuh Kecurangan



Tulungagung. Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) yang diselenggarakan oleh SMPN Favorit dilingkup Dinas Pendidikan Tulungagung disinyalir dipakai bisnis oleh Pejabat yang membidangi dan diduga kuat Dinas Pendidikan Tulungagung ambil bagian didalamnya
Menurut keterangan Sabar Sugianto,S.Pd selaku Ketua Umum LSM” CAKRA” mengatakan; mendengar berbagai suara dan keluh kesah Masyarakat yang mengatakan bahwa telah terjadi penyogokan penyogokan dari calon wali murid agar anaknya yang nilainya tidak memenuhi syrat bisa masuk ke sekolah yang di tuju, akirnya LSM CAKRA mencoba menggali atas suara suara tersebut, dan memang kami menemukan kejanggalan di SMPN 2 Tulungagung yang kami duga menerapkan KKN dalam PPDB, namun kami tidak bisa menemukan adanya bukti transaksi,tegas sabar
Sabar meneruskan bicaranya: dalam PPDB telah diatur dalam dua Jalur yaitu Jalur On line dan Off line yang mana jalur On line disaring dengan SKHUN sedangkan jalur Off line disaring berdasarkan Prestasi, Bina lingkungan dan Keluarga miskin yang berdomisili dekat dengan sekolah, namun SMPN 2 Tulungagung telah menerima Siswa baru dengan SKHUN dibawah 25, bukan Keluarga miskin dan bukan termasuk Bina lingkungan,pada hal telah diumumkan SKHUN terendah yang diterima dalam PPDB SMPN 2 Tulungagung tahun 2015 adalah 28,80, atas ketidak wajaran itu kami bertanya ke Dinas Pendidikan Tulungagung atas hal tersebut melalui surat No: 0023/ CAKRA / k.h / IX / 2015 yang isinya sbb;
1.    Berapa Pagu kelas yang di tetapkan oleh Dinas Pendidikan Tulungagung kususnya untuk SMPN 2 Tulungagung dalam PPDB tahun 2015, dan berapa siswa dalam setiap kelasnya ?
2.    Bolehkah SMPN 2 Tulungagung menerima siswa baru dengan SKHUN calon siswa dibawah 28,80, tidak memiliki keistimewaan prestasi, orang tua siswa tidak termasuk orang berjasa dibidang pendidikan dan bukan termasuk keluarga miskin yang berdomisili dekat sekolah?  
 Dan sampai saat ini surat kami tidak dibalas oleh Dinas Pendidikan Tulungagung, berarti Dinas Pendidikan Tulungagung mengamini kelakuan yang dilakukan oleh SMPN 2 Tulungagung, ucap sabar
Ditempat terpisah Supriadi warga setempat juga ikut menghujat Dinas Pendidikan Tulungagung,demikian ungkapnya” Dulu sebelum Kadin Suharno tidak seperti ini, Kadin terdahulu tegas dan dipastikan Eko Pur selaku kepala Sekolah SMPN 2 dicopot dari jabatannya, masak anak saya SKHUN nya 28,60 tidak bisa masuk ke SMPN 2 Tulungagung sedangkan teman anak saya dibawah 27 bisa diterima, dan konon selentingan pakai uang 15 jt, ungkap supri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar