Selasa, 21 April 2015

Di Tulungagung BLT tidak Tepat Sasarn

Tulungagung…. Di wilayah Kabupaten Tulungagung BLT( Bantuan Langsung Tunai ) dibagikan ke Masyarakat bukan kategori miskin, LSM CAKRA menemukan beberapa penerima BLT yang semestinya tidak masuk kategori miskin menerima BLT
Untuk memperjelas Syarat atau Kategori penerima BLT ketua Ormas Agung ( agus Waluyo ) Sekjend dan Bendahara LSM CAKRA ( Totok Yulianto & Supriadi ) mendatangi Kantor Badan Statistik Kabupaten Tulungagung, dikantor tersebut tim LSM CAKRA ditemui oleh Pak Parno kabid yang membidangi, dan Pak Parno menerangkan bahwa; yang digunakan dalam penyaluran BLT adalah pendataan tahun 2011,semestinya Dinas Sosial Pemerintah Daerah mengabdid setiap 6 bulan sekali sehingga mengetahui jika terjadi perubahan setatus ekonomi masyarakat, hal ini memang sangat pelik dimana dana anggran di Badan Statistik terbatas untuk melakukan pendataan, sedangkan untuk penyaluran tahun 2016 mendatang kami sudah mempersiapkan tehnis yang mana data data yang kami abdit akan kami Pampang disetiap Desa sehingga masyarakat bisa memberi masukan ataupun koreksi, kata Parno
Berikut Komentar Ketua Ormas Agung”Keadaan seperti itu sejak dahulukala dan jika masyarakat bertanya mereka saling lempar kesalahan, seperti ini” Stastistik menyalahkan Pemerintah Desa atas data yang disampaikan dan menyalahkan Dinsos karena tidak melakukan Abdid demikian juga Pemerintah Desa merasa apa yang didata tidak dipakai oleh penyelenggara BLT ataupun PKH, itulah mereka hanya suka akan Gaji tapi kinerja jelek, tegasnya
Sabar Sugianto,S.Pd Ketua LSM CAKRA juga ikut bicara” memang itulah karakter Masyarakat kita ini, Pejabatnya berupaya mencarikan uang orang orang terdekatnya dan Warga Masyarakat tidak memiliki rasa malu jika diberi bantuan, hal inilah yang akirnya membuat resah karena yang mendapatkan BLT bukan orang yang tepat,ungkapnya
Sekjend LSM CAKRA menambahkan” lebih baik BLT tidak ada daripada BLT dinikmati oleh orang yang seharusnya tidak menerima, semua orang akan lega jika yang menerima betul betul orang miskin sehingga bantuan tersebut berarti, kalau yang saat ini dilakukan Pemerintah Indonesia tentang BLT hanyalah mengajari Masyarakat Malas dan menggantungkan pemberian dari Pemerintah        


Tidak ada komentar:

Posting Komentar