Tulungagung…. Di wilayah Kabupaten Tulungagung
BLT( Bantuan Langsung Tunai ) dibagikan ke Masyarakat bukan kategori miskin,
LSM CAKRA menemukan beberapa penerima BLT yang semestinya tidak masuk kategori
miskin menerima BLT
Untuk memperjelas Syarat atau Kategori penerima
BLT ketua Ormas Agung ( agus Waluyo ) Sekjend dan Bendahara LSM CAKRA ( Totok
Yulianto & Supriadi ) mendatangi Kantor Badan Statistik Kabupaten
Tulungagung, dikantor tersebut tim LSM CAKRA ditemui oleh Pak Parno kabid yang
membidangi, dan Pak Parno menerangkan bahwa; yang digunakan dalam penyaluran
BLT adalah pendataan tahun 2011,semestinya Dinas Sosial Pemerintah Daerah
mengabdid setiap 6 bulan sekali sehingga mengetahui jika terjadi perubahan
setatus ekonomi masyarakat, hal ini memang sangat pelik dimana dana anggran di
Badan Statistik terbatas untuk melakukan pendataan, sedangkan untuk penyaluran
tahun 2016 mendatang kami sudah mempersiapkan tehnis yang mana data data yang
kami abdit akan kami Pampang disetiap Desa sehingga masyarakat bisa memberi
masukan ataupun koreksi, kata Parno
Berikut Komentar Ketua Ormas Agung”Keadaan
seperti itu sejak dahulukala dan jika masyarakat bertanya mereka saling lempar
kesalahan, seperti ini” Stastistik menyalahkan Pemerintah Desa atas data yang
disampaikan dan menyalahkan Dinsos karena tidak melakukan Abdid demikian juga
Pemerintah Desa merasa apa yang didata tidak dipakai oleh penyelenggara BLT
ataupun PKH, itulah mereka hanya suka akan Gaji tapi kinerja jelek, tegasnya
Sabar Sugianto,S.Pd Ketua LSM CAKRA juga ikut
bicara” memang itulah karakter Masyarakat kita ini, Pejabatnya berupaya
mencarikan uang orang orang terdekatnya dan Warga Masyarakat tidak memiliki
rasa malu jika diberi bantuan, hal inilah yang akirnya membuat resah karena
yang mendapatkan BLT bukan orang yang tepat,ungkapnya
Sekjend LSM CAKRA menambahkan” lebih baik BLT
tidak ada daripada BLT dinikmati oleh orang yang seharusnya tidak menerima,
semua orang akan lega jika yang menerima betul betul orang miskin sehingga
bantuan tersebut berarti, kalau yang saat ini dilakukan Pemerintah Indonesia
tentang BLT hanyalah mengajari Masyarakat Malas dan menggantungkan pemberian
dari Pemerintah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar