Minggu, 30 Agustus 2015

Apa yang ku banggakan



Tulungagung,Kebobrokan kebobrokan semakin Nampak, mulai dari Pembiaran Perusahaan Bodong, yang mana BPPT beserta tim tehnis terkait menutup mata atas laporan Warga Desa Wates atas berdirinya UD Try Mulya Onik yang sangat  jelas tidak memiliki IMB, Perlakuan Semena mena Dinas PU Pengairan ESDM atas Warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel, dan ketidak Transparanan Dana ADD disetiap desa serta tidak jelasnya Dana Bos di Sekolah sekolah lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung
Selain dari pada itu ada kegiatan dari salah satu Radio Swasta di Tulungagung yang acara tersebut diberi nama Warung Kopi plus plus, dalam acara tersebut melibatkan Eksekutif, Legislatif, Maha Siswa dan Elemen Masyarakat yang lain, namun dengan adanya acara tersebut tidak membuat adanya perubahan di mental para pejabat, meski mereka ditelanjangi oleh Masyarakat tidaklah membuat tumbuh rasa malu, terbukti ketidak transparanan tetap dilakukan
Suatu pertanyaan, Pernahkah anda melihat rincian Dana Bos, LPJ ADD dipasang di papan informasi?, meskipun tidak ada kuwajiban untuk hal tersebut tetapi juga tidak ada larangan untuk memasang, mungkin jika hal itu dilakukan para pelaku pengguna anggran tidak bisa leluasa dalam berkiprah untuk dana dimaksud
Komentar Galih rama Kristian,S.H Bagian Hukum LSM CAKRA” jika LPJ ADD dipasang di papan Informasi sehingga dilihat banyak orang maka koreksi akan dilakukan oleh banyak pihak dan hal itu akan menyulitkan pengguna anggran, sehingga jalan aman lah yang dipakai yaitu tidak memasang LPJ di papan Informasi toh kuwajiban untuk memampang tidak ada, demikian juga untuk Dana Bos, Kepala sekolah juga mencari jalan aman
Komentar beberapa orang yang sepat tim buletincakra dengar, Janji Syahto tentang Biaya Pendidikan Murah hanyalah omong kosong, terbukti biaya sekolah saat ini lebih mahal dibanding jaman bupati sebelum ini, dan ternyata di pimpin Putra Tulungagung tidak ada bedanya  dengan di pimpin bukan putra Tulungagung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar