Macapat adalah tembang
atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang
disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru
wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru
lagu. Macapat dengan nama lain juga bisa ditemukan dalam kebudayaan Bali, Sasak, Madura, dan Sunda. Selain itu macapat juga pernah
ditemukan di Palembang dan Banjarmasin.[6] Biasanya macapat diartikan sebagai maca papat-papat
(membaca empat-empat), yaitu maksudnya cara membaca terjalin tiap empat suku
kata, Namun ini bukan
satu-satunya arti, penafsiran lainnya ada pula. Macapat diperkirakan muncul
pada akhir Majapahit dan dimulainya
pengaruh Walisanga, namun hal ini
hanya bisa dikatakan untuk situasi di Jawa Tengah. Sebab, di Jawa Timur dan Bali macapat telah dikenal sebelum datangnya
Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar