Minggu, 30 Agustus 2015

Diduga PPDB di SMPN 2 Tulungagung CURANG



Tulungagung, Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) Dinas Pendidikan Tulungagung menerapkan dua jalur, yaitu jalur Online dan Jalur Offline, diduga jalur Ofline dipergunakan untuk memeras calon Wali murid
Kita ulas apa itu Jalur Online dan Jalur Offline
Jalur Online adalah jalur resmi, transparan dan terbuka, penyaringan Calon Siswa berdasarkan nilai SKHU,serta Pengumuman  dapat di ketahui oleh para calon Peserta didk melalui Online  
Jalur Offline, adalah jalur Mandiri yang pendaftarannya manual, penyaringan dibagi tiga kategori:
1)      Jalur Prestasi, yaitu perekrutan calon siswa berdasar prestasi yang ada minimal tingkat Kabupaten
2)      Jalur Keluarga Miskin yaitu perekrutan calon siswa miskin yang jaraknya terdekat dengan sekolah
3)      Jalur Bina Lingkungan ( Kemasalakatan) yaitu jalur yang diperuntuk kan bagi anaknya orang-orang yang berjasa disekolah tersebut
Dalam jalur inilah yang dimainkan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab, contoh di SMPN 2 Tulungagung, dimana SMPN 2 Tulungagung di duga merekrut siswa baru di luar ketentuan yang ada
Berikut Komentar Sabar Sugianto,S.Pd ketua LSM CAKRA” di SMPN 2 Tulungagung telah menerima Siswa baru pada jalur Online dengan nilai SKHU terendah 28,80 sebagaimana ternyata di SMPN 2 Tulungagung juga merekrut Siswa Baru dengan nilai SKHU dibawah nilai tersebut, selain dari pada itu tatacara perekrutan dilakukan dengan tertutp sehingga apa yang menjadi dasar dalam perekrutan jalur Offline tidak jelas”
Komenter Sabar Sugianto diperjelas oleh Supriadi Koordinator tim Investigasi LSM CAKRA” kami mensiyalir ada permainan kotor di SMPN 2 Tulungagung dalam PPDB kemarin, informasi yang kami himpun, ada beberapa siswa baru dengan nilai SKHU dibawah 28 dimana rumah siswa dimaksud berada jauh dari sekolah( lebih dari 1KM), dalam penelusuran kami orang tua siswa tidak ada peran apapun di SMPN 2 Tulungagung, dan rumor yang kami terima para siswa Offline masuk dengan membeli tempat”
Begitulah SMPN 2 Tulungagung, yang dahulu terkenal sebagai pencetak karakter murid dengan penuh Etika, tetapi guncingan saat ini berbalik, SMPN 2 Tulungagung diguncingkan sebagai sekolah penjual bangku
Atas permasalahan tersebut diatas tim bulletin cakra belum bisa menemui Eko pur selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung, yang mana tim telah berusaha menghubungi melalui Via Telepon namun  tidak ada respon.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar