Tulungagung, Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) Dinas
Pendidikan Tulungagung menerapkan dua jalur, yaitu jalur Online dan Jalur
Offline, diduga jalur Ofline dipergunakan untuk memeras calon Wali murid
Kita ulas apa itu Jalur Online dan Jalur Offline
Jalur Online adalah jalur resmi, transparan dan terbuka, penyaringan
Calon Siswa berdasarkan nilai SKHU,serta Pengumuman dapat di ketahui oleh para calon Peserta didk
melalui Online
Jalur Offline, adalah jalur Mandiri yang pendaftarannya manual,
penyaringan dibagi tiga kategori:
1)
Jalur
Prestasi, yaitu perekrutan calon siswa berdasar prestasi yang ada minimal
tingkat Kabupaten
2)
Jalur
Keluarga Miskin yaitu perekrutan calon siswa miskin yang jaraknya terdekat dengan
sekolah
3)
Jalur Bina
Lingkungan ( Kemasalakatan) yaitu jalur yang diperuntuk kan bagi anaknya
orang-orang yang berjasa disekolah tersebut
Dalam jalur inilah yang dimainkan oleh Oknum yang tidak bertanggung
jawab, contoh di SMPN 2 Tulungagung, dimana SMPN 2 Tulungagung di duga merekrut
siswa baru di luar ketentuan yang ada
Berikut Komentar Sabar Sugianto,S.Pd ketua LSM CAKRA” di SMPN 2
Tulungagung telah menerima Siswa baru pada jalur Online dengan nilai SKHU
terendah 28,80 sebagaimana ternyata di SMPN 2 Tulungagung juga merekrut Siswa
Baru dengan nilai SKHU dibawah nilai tersebut, selain dari pada itu tatacara
perekrutan dilakukan dengan tertutp sehingga apa yang menjadi dasar dalam
perekrutan jalur Offline tidak jelas”
Komenter Sabar Sugianto diperjelas oleh Supriadi Koordinator tim
Investigasi LSM CAKRA” kami mensiyalir ada permainan kotor di SMPN 2
Tulungagung dalam PPDB kemarin, informasi yang kami himpun, ada beberapa siswa
baru dengan nilai SKHU dibawah 28 dimana rumah siswa dimaksud berada jauh dari
sekolah( lebih dari 1KM), dalam penelusuran kami orang tua siswa tidak ada
peran apapun di SMPN 2 Tulungagung, dan rumor yang kami terima para siswa
Offline masuk dengan membeli tempat”
Begitulah SMPN 2 Tulungagung, yang dahulu terkenal sebagai pencetak karakter
murid dengan penuh Etika, tetapi guncingan saat ini berbalik, SMPN 2
Tulungagung diguncingkan sebagai sekolah penjual bangku
Atas permasalahan tersebut diatas tim bulletin cakra belum bisa menemui
Eko pur selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung, yang mana tim telah berusaha
menghubungi melalui Via Telepon namun
tidak ada respon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar