Selasa, 06 Oktober 2015

Disinyalir, Dinas Pendidikan Tulungagung memerintah Kepala Sekolah untuk bermain dalam PPDB



Tulungagung, pada bulan Juni 2015 telah di laksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru         ( PPDB ) disetiap sekolah lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung, terindikasi para Kepela sekolah Favorit di lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung menjual bangku dengan nominal jutaan rupiah, dan anehnya Dinas Pendidikan Tulungagung terkesan mengamini ulah kotor tersebut.
Dari investigasi tim mendapatkan Data: Bahwa ada dua cara dalam PPDB tahun 2015 ini, yaitu jalur Online dan Jalur Offline yang mana jalur Online ferivikasi berdasar pada SKHUN,dan dipastikan dalam jalur ini tidak ada kecurangan serta tidak membuat masyarakat kecewa, akan tetapi perekrutan pada jalur Offline dilakukan dengan tidak jelas, miski ada batasan batasan yang harus dipenuhi, yaitu: Unsur Prestasi, Unsur Bina lingkungan/Kemasalakatan dan Jalur keluarga miskin yang tinggal dekat sekolah, namun batasan batasan tersebut hanyalah bualan belaka  diduga setiap sekolah favorit bermain dalam jalur offline.
Menurut keterangan Supri warga kelurahan bago : penerimaan Siswa baru pada jalur online  SMPN 2 Tulungagung telah diumumkan dengan SKHUN terendah 28,80 sedangkan nilai SKHUN anak saya 28,60 sehingga tidak masuk dalam kompetisi jalur online, hal itu bisa kami terima namun di jalur offline telah membuat kami tercengang dimana Jarak sekolah jelas kami lebih dekat, nilai anak saya lebih bagus, kondisi orang tua tidak termasuk orang peduli pendidikan yang artinya sama dengan saya, akan tetapi SMPN 2 Tulungagung justru menerima anak yang SKHUN nya 27 dan 25 sementara anak saya nilainya 28 dibuang, ungkapnya
Supri meneruskan bicaranya : anak yang saya maksut diantaranya adalah 1) Ichwan Kafii dari SD al Badar, anak tersebut SKHUNnya tidak genap 25 dan rumahnya di Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru ± 9Km dari SMPN 2 Tulungagung, 2) Rifki Yoga dari SDN Kampung Dalem 4, bertempat tinggal di Perumahan Puri Permata mas ± 7 Km dari SMPN 2 Tulungagung,ucap supri
Keterangan Supri terjawab oleh keterangan Rambut Jagung: saya pernah ditawari orang anggap saja Calo dibidang memasukan anak sekolah, demikian yang ia katakana: kalau anakmu ingin masuk SMPN2Tulungagung, asalkan ada uang 15 juta saya bisa bantu dan jika ingin di SMPN 1 Tulungagung siapkan 20 juta, sepontan saya jawab” uang sebanyak itu ? lebih baik tak buang di tengah jalan dari pada saya berikan ke bajingan bajingan bersepatu brow” ungkap rambut jagung
Berikut Komentar sabar sugianto S.Pd selaku Ketua Umum LSM CAKRA” dari berbagai keterangan dapat kami simpulkan bahwa kelakuan Kepala sekolah dalam PPDB tahun 2015 di amini oleh Kepala Dinas pendidikan bahkan mungkin diperintah untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan, sebab kepala Sekolah tidak akan berani melakukan hal seperti tersebut diatas tanpa ada restu jajaran diatasnya, ini logika, tegas sabar
Dari berbagai investigasi dan Informasi tim belum bisa klarivikasi atau bertemu dengan EKO PUR selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung dan juga belum bisa bertemu dengan SUHARNO Kepala Dinas pendidikan Tulungagung/tim
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar