Tulungagung, pada bulan Juni 2015 telah di laksanakan Penerimaan Peserta
Didik Baru ( PPDB ) disetiap
sekolah lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung, terindikasi para Kepela sekolah
Favorit di lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung menjual bangku dengan nominal
jutaan rupiah, dan anehnya Dinas Pendidikan Tulungagung terkesan mengamini ulah
kotor tersebut.
Dari investigasi tim mendapatkan Data: Bahwa ada dua cara dalam PPDB
tahun 2015 ini, yaitu jalur Online dan Jalur Offline yang mana jalur Online
ferivikasi berdasar pada SKHUN,dan dipastikan dalam jalur ini tidak ada
kecurangan serta tidak membuat masyarakat kecewa, akan tetapi perekrutan pada
jalur Offline dilakukan dengan tidak jelas, miski ada batasan batasan yang
harus dipenuhi, yaitu: Unsur Prestasi, Unsur Bina lingkungan/Kemasalakatan dan
Jalur keluarga miskin yang tinggal dekat sekolah, namun batasan batasan
tersebut hanyalah bualan belaka diduga
setiap sekolah favorit bermain dalam jalur offline.
Menurut keterangan Supri warga kelurahan bago : penerimaan Siswa baru
pada jalur online SMPN 2 Tulungagung
telah diumumkan dengan SKHUN terendah 28,80 sedangkan nilai SKHUN anak saya
28,60 sehingga tidak masuk dalam kompetisi jalur online, hal itu bisa kami
terima namun di jalur offline telah membuat kami tercengang dimana Jarak
sekolah jelas kami lebih dekat, nilai anak saya lebih bagus, kondisi orang tua
tidak termasuk orang peduli pendidikan yang artinya sama dengan saya, akan
tetapi SMPN 2 Tulungagung justru menerima anak yang SKHUN nya 27 dan 25
sementara anak saya nilainya 28 dibuang, ungkapnya
Supri meneruskan bicaranya : anak yang saya maksut diantaranya adalah 1)
Ichwan Kafii dari SD al Badar, anak tersebut SKHUNnya tidak genap 25 dan
rumahnya di Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru ± 9Km dari SMPN 2 Tulungagung,
2) Rifki Yoga dari SDN Kampung Dalem 4, bertempat tinggal di Perumahan Puri
Permata mas ± 7 Km dari SMPN 2 Tulungagung,ucap supri
Keterangan Supri terjawab oleh keterangan Rambut Jagung: saya pernah
ditawari orang anggap saja Calo dibidang memasukan anak sekolah, demikian yang
ia katakana: kalau anakmu ingin masuk SMPN2Tulungagung, asalkan ada uang 15
juta saya bisa bantu dan jika ingin di SMPN 1 Tulungagung siapkan 20 juta,
sepontan saya jawab” uang sebanyak itu ? lebih baik tak buang di tengah jalan
dari pada saya berikan ke bajingan bajingan bersepatu brow” ungkap rambut
jagung
Berikut Komentar sabar sugianto S.Pd selaku Ketua Umum LSM CAKRA” dari
berbagai keterangan dapat kami simpulkan bahwa kelakuan Kepala sekolah dalam
PPDB tahun 2015 di amini oleh Kepala Dinas pendidikan bahkan mungkin diperintah
untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan, sebab kepala Sekolah tidak akan
berani melakukan hal seperti tersebut diatas tanpa ada restu jajaran diatasnya,
ini logika, tegas sabar
Dari berbagai investigasi dan Informasi tim belum bisa klarivikasi atau
bertemu dengan EKO PUR selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung dan juga belum
bisa bertemu dengan SUHARNO Kepala Dinas pendidikan Tulungagung/tim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar