Minggu, 21 Desember 2014

Desa Wonorejo bagaikan terpenjara dalam kubangan



Tulungagung. Waduk Wonorejo merupakan tempat Wisata Alami yang tentunya tidak asing ditelinga kita semua, Waduk Wonorejo berada dalam pangkuan Desa Mulyosari, Desa Wonorejo dan Desa Kedungcangkring, ketiga Desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.
Keberadaan Waduk Wono rejo yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta ini ternyata membuat terpuruknya perekonomian Desa Wonorejo, lihat lah, jalan yang dahulu lurus di ubah menjadi jalan melingkar, sebagaimana kenyataannya jalan lingkar tersebut dibiarkan rusak tidak terurus
Berulang kali Pemerintah Desa Wonorejo bersama tokoh tokoh Masyarakat mengeluh ke DPRD Tulungagung, Bupati Tulungagung dan ke Perum Jasa Tirta, namun hasilnya mereka saling melempar tanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut.
Berikut komenter kawuk warga Desa Wonorejo ; hasil bumi ditempat kami sebetulnya subur, tetapi harga jualnya murah karena transoprtnya yang mahal, dan jika membeli barang tentu saja juga terbentur mahalnya transport, hal tersebut dikarenakan jalan di Desa Kami tidak terurus ,tuturnya,
Sakur Kades Wonorejo mengatakan ; kami telah menyampaikan keluh kesah kami ke Pemkab, dan Ke PJT ( Perum Jasa Tirta ), Pemkab mengatakan bahwa jalan tersebut tidak masuk dalam Peta Pemkab, sehingga tidak bisa menganggarkan biaya untuk perbaikan jalan tersebut, sedangkan PJT juga mengatakan hal yang sama, bahwa Balai Besar brantas belum menyerahkan Pengelolaannya ke PJT, inilah yang membuat kami pusing, kemana lagi saya akan menyampaikan aspirasi masyarakat, ungkapnya
Totok Y, sekjend LSM CAKRA berkomentar: sebenarnya jika para yang mulia( Balai Besar Brantas,  PJT dan Pemkab Tulungagung ) duduk bersama mencari solusi atas hal tersebut, pastilah jalan keluar akan terpecahkan, tetapi jika ada salah satu yang hanya berfikir untuk memiliki obyek jalan tersebut, maka solusi  tidak akan terpecahkan, seperti kita ketahui , permasalahan jalan lingkar  waduk wonorejo diperguncingkan sekitar tujuh tahun yang lalu dan hingga kini masih belum ada perhatian

Komentar para tokoh Masyarakat Wonorejo ketika dikonfermasi : menurut Pemkab Tulungagung jalan itu tidak masuk Peta Pemkab, Mnurut PJT jalan itu belum diserahkan sepenuhnya oleh Balai Besar Brantas, pada hal jalan Desa milik kami telah tergenang air Bendungan dan diganti dengan jalan lingkar itu, sekarang jalan lingkar itu rusak berat, dari pihak pihak pemimpin rakyat saling melempar tanggung jawab terkait perbaikan jalan lingkar itu, jadi keberadaan Waduk Wonorejo tidak menguntungkan masyarakat Desa Pemangku, dimana masyarakat Desa Pemangku tidak ikut menggunakan air waduk wonorejo, ungkapnya.   

1 komentar:

  1. anaeh Pemangku Bendungan malah dirugikan, gak tahu lah pemikiran penguasa

    BalasHapus