Kamis, 15 Januari 2015

Apes Nasip Orang Kecil



Tulungagung, Pada tanggal 8 Januari 2015 Umayah sedang berada di acara perayaan pernikahan di Rumah Muksin warga dsn Jati Desa Kdungcangkring Kecamatan Pagerwojo, ditempat tersebut, sebut saja waroh juga berada ditempat yang sama, tak disangka ada sedikit perbedaan pendapat yang akirnya Pemukulan, Umayah dipukul dengan ember dan di cakar  berulang kali pada bagian kepala muka dan leher hingga mengeluarkan darah,bahkan kalung  umayah putus akibat adegan tersebut, merasa dirinya dianiaya akirnya Umayah melaporkan Waroh di Polsek Pagerwojo
Umayah melaporkan kelakuan Waroh di Polsek Pagerwojo pada tanggal yang sama dengan kejadian itu, di Polsek Pagerwojo Umayah  di terima bagian SPKT dan dibuatkan bukti laporan dengan No laporan : LP/01/I/2015 JATIM/Res T.Agung/sek Pgwj, setelah diterima SPKT barulah Umayah diperiksa oleh Bagian Reskrim Polsek Pagerwojo,di Hadapan Unit Reskrim Polsek Pagerwojo yang di komandani oleh Kanit Sunyoto  umayah menerangkan kejadian dari awal secara utuh, juga disampaikan oleh Umayah bahwa bagian kepalanya terasa sakit dan pusing,namun dari pihak pihak yang berkewajiban tidak ada saran agar Umayah Cek di bagian Kesehatan untuk melihat kondisinya secara detail
Menurut informasi, Korban akirnya  Rawat Inap di Puskesmas Kalangbret dengan biaya sendiri,tanpa ada bantuan biaya sedikitpun dari pelaku, dan yang membuat aneh Kepala Puskesmas kalangbret tidak mengakui kalau Umayah rawat inap di Puskesmas dimaksud,menurut Puskesmas Kalangbret Umayah mengalami Pusing dan setelah di obati selang waktu  dua Jam di nyatakan sembuh, pada hal Umayah berada di Pukesmas Pagerwojo lebih dari 24 jam
Berikut Komentar Umayah : Saya dipukul di bagian muka dan kepala pakai ember oleh Waroh hingga mengeluarkan darah,bahkan sampai saat ini saya masih pusing makanya saya berobat di Puskesmas Kalangbret,bahkan sampai sekarang saya masih terasa pusing, ungkapnya.
Berikut Komentar Bagian Hukum PEWARTA”  perlakuan penganiayaan yang menimbulkan sebuah kerugian sehingga aktifitas sesorang terhenti bisa diancam dengan pasal 351 KUHP, kondisi Umayah VS Waroh semestinya masuk dalam pasal tersebut, meng ingat korban terhenti aktifitasnya akibat dari pemukulan pelaku, tegas biro hukum PEWARTA.
Bagaimana hal tersebut menurut Polsek Pagerwojo ? tim belum bisa bertemu dengan Bapak I Nengah Suteja selaku kapolsek Pagerwojo  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar