Minggu, 01 Februari 2015

Apes Nasib Petani Tulungagung



Tulungagung..Sebuah Keajaiban di Dinas Pertanian Tulungagung dimana Pupuk Subsidi terjadi kelangkaan pada hal pasokan Pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK, dilain hal Pengamat Hama juga lamban dalam menangani keluhan Masyarakat
Menurut keterangan mbah moladi pupuk Subsidi saat ini sulit dicari karena kurang pengawasan dari pihak Pemerintah dimana yang semestinya bisa mebeli pupuk bersubsidi adalah orang yang memiliki lahan yang terdaftar dalam RDKK tetapi mereka yang mengerjakan lahan hutan dengan tidak benar pun juga diberi jika beli pupuk subsidi itu sehingga jatah pupuk yang berada pada pengepul ( Kelompok Tani ) menjadi kurang
Keterangan  salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa kedungcangkring mengenai Hama padi di wilayah kerjanya: saat ini hama padi yang menyerang adalah Jamur padi, cirri padi yang terkena jamur adalah berwarna kuning seperti kena ulat slundep, yang membedakan cirri penyerangan adalah: jka  ulat slundep pohon padi rapuh sedangkan Jamur pohon padi tetap kuat tapi lama lama menguning dan akirnya mati, sedangkan pelayanan Pemerintah untuk penanggulangan hama sangat lamban karena liku liku prosedur yang memusingkan, misal ada yang terjangkit hama kita laporan ke petugas setelah beberapa hari petugas melihat sawah lalu mengajukan obat hama tersebut dan kita menunggu obat hama datang setelah tanaman mati habis dimakan hama baru obat hama dimaksud datang, ungkapnya
Berikut komentar Sabar Sugianto,S.Pd selaku Ketua Umum LSM CAKRA : mengatakan Petani adalah Pahlawan tanpa tanda jasa hanyalah bualan belaka, terbukti nasip petani tidak dihiraukan oleh Pemerintah sebagaimana kelangkaan pupuk, pelayanan Pengamat hama yang kurang memuaskan Petani adalah bukti tidak kepedulian Pemerintah terhadap Petani, atau mungkin ini sebagai bukti bahwa yang bekerja di Dinas Pertanian bukanlah dari kumpulan Petani sehingga tidak paham akan keluh kesah para petani, ungkapnya
 Keterangan Kelua LSM CAKRA disambung oleh Sekretarisnya, totok Y mengatakan: pupuki adalah kebutuhan pokok petani seperti kita butuh nasi jadi kelangkaan pupuk subsidi merupakan pembunuhan terhadap petani secara pelan pelan, nah kalau kalian yang berada di Dinas terkait bekerja dengan serius  dipastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk, dan jika pengamat hama bia bersikap cekatan dalam menyikapi laporan dan mau turun lapangan tanpa menunggu laporan dipastikan tanaman akan terjaga dari penyakit/tim      
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar