”ojo nglarani wong lek kowe
ora gelem loro” (janganlah menyakiti orang lain bila kamu tidak ingin sengsara),
konteks dengan judul diatas adalah konsep berpolitik ala perkotaan yang
berlawanan dengan gaya politik desa, dimana arah politik yang dilakukan bagi
sebagian orang adalah mencari pembenaran bukan kebenaran.
Gaya politik kota tidak
harus dimiliki orang kota dan sebaliknya gaya politik desa tidak harus dia
berada diwilayah pedesan, ini hanyalah kiasan yang membedakan gaya politik
seseorang sebagai identitas.
Universal true not personal
right; kebenaran secara umum tidak dapat disamakan maknanya dengan kebenaran
pribadi yang hanya diakui bagi sekelompok orang. Kebenaran pribadi inilah yang
sering dipakai sebagai pembenaran dalam dunia politik kota, untuk mencapai
kepentingan pribadi sebagai dasar asas manfaat pribadi.
Silahkan pembaca memilih
gaya politik mana yang sesuai dengan nurani masing masing.
Ihdinaa alshshiraatha almustaqiima, shiraatha alladziina an’amta ‘alayhim ghayri almaghdhuubi ‘alayhim walaa aldhdhaalliina
Tunjukilah
kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat
kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka
yang sesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar