Minggu, 08 Februari 2015

POLITIK KOTA VS POLITIK DESA




”ojo nglarani wong lek kowe ora gelem loro” (janganlah menyakiti orang lain bila kamu tidak ingin sengsara), konteks dengan judul diatas adalah konsep berpolitik ala perkotaan yang berlawanan dengan gaya politik desa, dimana arah politik yang dilakukan bagi sebagian orang adalah mencari pembenaran bukan kebenaran.
Gaya politik kota tidak harus dimiliki orang kota dan sebaliknya gaya politik desa tidak harus dia berada diwilayah pedesan, ini hanyalah kiasan yang membedakan gaya politik seseorang sebagai identitas.
Universal true not personal right; kebenaran secara umum tidak dapat disamakan maknanya dengan kebenaran pribadi yang hanya diakui bagi sekelompok orang. Kebenaran pribadi inilah yang sering dipakai sebagai pembenaran dalam dunia politik kota, untuk mencapai kepentingan pribadi sebagai dasar asas manfaat pribadi.
Silahkan pembaca memilih gaya politik mana yang sesuai dengan nurani masing masing.
Ihdinaa alshshiraatha almustaqiima, shiraatha alladziina an’amta ‘alayhim ghayri almaghdhuubi ‘alayhim walaa aldhdhaalliina
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar