Di Desa
Plosokandang Kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung, telah berdiri
Perusahaan tanpa nama, keberadaan perusahaan tersebut membuat masyarakat
sekitar tidak nyaman, karena perusahaan tersebut tidak menyediakan tempat parkir
untuk Truk besar yang menyuplai,atau mengambil barang dari perusahaan itu.
| Add caption |
Menurut Agus waluyo perusahaan itu adalah pengolahan batu, limbah
dan polusi dari perusahaan itu sangatlah menggangu masyarakat sekitar,sementara
keuntungan masyarakat akan adanya perusahaan itu tidak lah sebanding dengan
polusi yang di timbulkan oleh Perusahaan itu, akirnya masyarakat memasang patok
di tepi jalan umum yang biasa dipakai pakir oleh truk pengangkut barang dari
perusahaan tanpa nama itu, dan menurut Agus dirinya telah ke BPPT menanyakan
kelengkapan ijin dari Perusahaan tersebut, dan ke Dinas lingkunagan Hidup
menyampaikan informasi akan adanya Polusi yang meresahkan masyarakat, tetapi
sampai saat ini belum ada jawaban dari BPPT Tulungagung dan belum ada tindakan
dari Dinas Lingkungan hidup atas hal tersebut.
Berikut Komentar Totok Yulianto Sekjend Perkumpulan LSM CAKRA:memang
jajaran Pemkab Tulungagung lamban atau kurang tegas dalam menyikapi Pengusaha
yang melakukan Pelanggaran, Contoh UD Try Mulya Onik, jelas jelas mendirikan
bangunan di atas tanah yang masih proses pengeringan dan tentunya belum ada
IMB, selain itu masih banyak Perusahaan yang tidak memiliki ijin, tetapi masih
bisa Eksis di Tulungagung ini, lalu bagaimana dengan kekuatan PERDA, perlu di
ingat PERDA di buat dengan mengunakan
uang rakyat dan biaya yang besar, dengan tujuan bisa mengatur sesuai fungsinya,
dan pasti Masyarakat Tulungagung tidak ada yang berharap Perda hanya untuk
Pajangan belaka.
Banyak pertanyaan yang muncul,
Kenapa, jika Pengusaha kecil melakukan pelanggaran dikenakan sangsi
dan perusahaan ditutup seketika, tetapi jika pelanggaran dilakukan oleh
perusahaan besar seakan mengolor waktu dalam melakukan penanganan, apakah
seperti ini budaya Tulungagung ?
begitulah Tulungagung bong!!!
BalasHapuskapan sih para pejabat itu bisa bergerak cepat menangani orangt berduit???
jikalau yang mereka tangani pengusaha kelas embek, ya pasti sudah tutup saat jam itu juga bong,he he he
Pejabatnya terlalu banyak korupsi jadi lambat dalam mensikapi perkara...........!!!!
BalasHapusMaju Terus CAKRA
permasalahan tersebut diatas merupakan gerakan dari saudara ORMAS AGUNG, kami hanya memantau atas hal dimaksud, dan kebetulan Perkumpulan LSM CAKRA juga mengalami nasip yang sama, saat ini kami sedang mendampingi Masyarakat dsn Cangkring Desa Wates Kecamatan Campurdarat,yang terzolimi oleh Bangunan tanpa ijin milik direktur UD Try Mulya Onik, berbagai upaya telah dilakukan, dan hasil dari semua itu tidak jelas, PEMKAB Tulungagung tidak serius menangani permasalahan tersebut, yang menjadi pertanyaan, apakah salah jika kita turun jalan menyampaikan pendapat kita ????, salam perjuangan
HapusHe ! ojo kaget nger, pancene nalare pejabat bangsat kuwi, ora belani wong bener, nanging belani wong duwe dwet, semboyane ; ora ngurus rai raimu sing penting wetengku blendang, lan mugo mugo ing Tulungagung ora ono kang ngono iku mau, yo wis le cah bagus simbah pamit disik, mugo mugo LSM CAKRA pinayungan dening panguasane jagad, wilujeng dalu
BalasHapusmatur suwun simbah, pangestu saking simbah tansah kawulo pundi,dawah leres manawi wonten pejabat boten belani tiyang leres puniko pejabat bangsat, hananging wonten tlatah Tulungagung keng wayah dereng pinanggih pejabat bangsat, sedanten pejabat Tulungagung sae sae, mituhu dateng kuwajibanipun, pangapunten menawi sawingkinge pandeleng keng wayah puniko wonten pejabat bangsat, menawi bab ingkang ngayahi jejekaken adil nranggulangi Bangunan Bodong kagungan nipun Direktur UD Try Mulya Onik Cs puniko tetep tinetepan ka ayahan dening poro ingkang kawogan, sadoyo wonten totocoronipun, menawi kalem beler puniko sanes Pejabatipun, hananging parogo ingkang hangayahi kuwajiban dereng wonten wekdal,
Hapusnyebar godong koro sabar sauntoro, kepareng lumengser pangestu simbah tansah kawulo cadong,matur suwun