Sabtu, 15 November 2014

Seberapa Kuat PERDA Kabupaten Tulungagung ?



Di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung, telah berdiri Perusahaan tanpa nama, keberadaan perusahaan tersebut membuat masyarakat sekitar tidak nyaman, karena perusahaan tersebut tidak menyediakan tempat parkir untuk Truk besar yang menyuplai,atau mengambil barang dari perusahaan itu.
Add caption
Menurut Agus waluyo perusahaan itu adalah pengolahan batu, limbah dan polusi dari perusahaan itu sangatlah menggangu masyarakat sekitar,sementara keuntungan masyarakat akan adanya perusahaan itu tidak lah sebanding dengan polusi yang di timbulkan oleh Perusahaan itu, akirnya masyarakat memasang patok di tepi jalan umum yang biasa dipakai pakir oleh truk pengangkut barang dari perusahaan tanpa nama itu, dan menurut Agus dirinya telah ke BPPT menanyakan kelengkapan ijin dari Perusahaan tersebut, dan ke Dinas lingkunagan Hidup menyampaikan informasi akan adanya Polusi yang meresahkan masyarakat, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban dari BPPT Tulungagung dan belum ada tindakan dari Dinas Lingkungan hidup atas hal tersebut.
Berikut Komentar Totok Yulianto Sekjend Perkumpulan LSM CAKRA:memang jajaran Pemkab Tulungagung lamban atau kurang tegas dalam menyikapi Pengusaha yang melakukan Pelanggaran, Contoh UD Try Mulya Onik, jelas jelas mendirikan bangunan di atas tanah yang masih proses pengeringan dan tentunya belum ada IMB, selain itu masih banyak Perusahaan yang tidak memiliki ijin, tetapi masih bisa Eksis di Tulungagung ini, lalu bagaimana dengan kekuatan PERDA, perlu di ingat PERDA di buat dengan  mengunakan uang rakyat dan biaya yang besar, dengan tujuan bisa mengatur sesuai fungsinya, dan pasti Masyarakat Tulungagung tidak ada yang berharap Perda hanya untuk Pajangan belaka.
Banyak pertanyaan yang muncul,
Kenapa, jika Pengusaha kecil melakukan pelanggaran dikenakan sangsi dan perusahaan ditutup seketika, tetapi jika pelanggaran dilakukan oleh perusahaan besar seakan mengolor waktu dalam melakukan penanganan, apakah seperti ini budaya Tulungagung ?

5 komentar:

  1. begitulah Tulungagung bong!!!
    kapan sih para pejabat itu bisa bergerak cepat menangani orangt berduit???
    jikalau yang mereka tangani pengusaha kelas embek, ya pasti sudah tutup saat jam itu juga bong,he he he

    BalasHapus
  2. Pejabatnya terlalu banyak korupsi jadi lambat dalam mensikapi perkara...........!!!!
    Maju Terus CAKRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. permasalahan tersebut diatas merupakan gerakan dari saudara ORMAS AGUNG, kami hanya memantau atas hal dimaksud, dan kebetulan Perkumpulan LSM CAKRA juga mengalami nasip yang sama, saat ini kami sedang mendampingi Masyarakat dsn Cangkring Desa Wates Kecamatan Campurdarat,yang terzolimi oleh Bangunan tanpa ijin milik direktur UD Try Mulya Onik, berbagai upaya telah dilakukan, dan hasil dari semua itu tidak jelas, PEMKAB Tulungagung tidak serius menangani permasalahan tersebut, yang menjadi pertanyaan, apakah salah jika kita turun jalan menyampaikan pendapat kita ????, salam perjuangan

      Hapus
  3. He ! ojo kaget nger, pancene nalare pejabat bangsat kuwi, ora belani wong bener, nanging belani wong duwe dwet, semboyane ; ora ngurus rai raimu sing penting wetengku blendang, lan mugo mugo ing Tulungagung ora ono kang ngono iku mau, yo wis le cah bagus simbah pamit disik, mugo mugo LSM CAKRA pinayungan dening panguasane jagad, wilujeng dalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur suwun simbah, pangestu saking simbah tansah kawulo pundi,dawah leres manawi wonten pejabat boten belani tiyang leres puniko pejabat bangsat, hananging wonten tlatah Tulungagung keng wayah dereng pinanggih pejabat bangsat, sedanten pejabat Tulungagung sae sae, mituhu dateng kuwajibanipun, pangapunten menawi sawingkinge pandeleng keng wayah puniko wonten pejabat bangsat, menawi bab ingkang ngayahi jejekaken adil nranggulangi Bangunan Bodong kagungan nipun Direktur UD Try Mulya Onik Cs puniko tetep tinetepan ka ayahan dening poro ingkang kawogan, sadoyo wonten totocoronipun, menawi kalem beler puniko sanes Pejabatipun, hananging parogo ingkang hangayahi kuwajiban dereng wonten wekdal,
      nyebar godong koro sabar sauntoro, kepareng lumengser pangestu simbah tansah kawulo cadong,matur suwun

      Hapus